Kriket Secara Perlahan Sukses Curi Hati Masyarakat Indonesia

Kriket Secara Perlahan Sukses Curi Hati Masyarakat Indonesia

Bagi kebanyakan orang umum, olahraga yang dikenal dengan nama cricket atau kriket tentunya masih cukup asing karena sangat jarang dimainkan apalagi menjadi salah satu cabang olahraga yang dimainkan di sekolah-sekolah.

Walaupun dikatakan asing, namun ternyata olahraga yang berasal dari Inggris ini sudah masuk ke Indonesia sejak sekitar tahun 1880-an. Tentu saja masuknya kriket ke Indonesia lantaran dibawa oleh orang-orang asing. Bahkan juga muncul bukti bahwa sudah pada tahun tersebut ada klub kriket bernama Batavia Cricket Club.

Memang secara umum ada sedikit kemiripan antara kriket dengan olahraga kasti yang lebih akrab di telinga orang Indonesia, yaitu diakukan dengan pelemparan bola oleh seseorang dan dipukul oleh orang lainnya menggunakan tongkat.

Akan tetapi, ada perbedaan yang cukup mendasar dari keduanya. Bahkan jika ditanya apakah kriket sama dengan cabang olahraga seperti baseball atau juga softball, jawabannya adalah berbeda. Pada dasarnya, perbedaan antara kriket, kasti, softball dan baseball terletak pada aturan dan cara bermainnya.

Kembali lagi ke sejarah masuknya kriket ke Tanah Air, memang tidak ada catatan pasti setelah masa penjajahan, kemerdekaan dan sampai dengan memasuki era di mana Indonesia sudah mulai maju dan berkembang seperti sekarang ini, hanya saja pada tahun 1992 lalu, olahraga ini mulai mendapatkan tempat dan digemari, walaupun persentasenya sangat minim dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya.

Pada tahun 1992 muncul satu organisasi kriket di Jakarta yang dinamakan Jakarta Cricket Association (JCA). Selain itu, diadakan pula kompetisi kriket di Tanah Air mengingat ada sejumlah daerah di Indonesia yang juga memiliki organisasi kriket sendiri-sendiri.

Kriket curi hati masyarakat

Setelah munculnya JCA, secara perlahan namun pasti, didirikan pula banyak organisasi senada, seperti di Bali sampai dengan di Nusa Tenggara Timur. Dikarenakan semakin populernya cabang olahraga satu ini, maka pada tahun 2000-an, akhirnya dibentuklah sebuah induk resmi untuk kriket di Tanah Air, yaitu Yayasan Kriket Indonesia (YKI). Tugas utama YKI adalah untuk membantu dan mengkoordinir semua pihak yang terkait dengan olahraga ini.

Sekali lagi, secara perlahan namun pasti, Indonesia yang masuk dalam kawasan East-Asia Pasific (EAP), pada tahun 2009, tepatnya dari tanggal 14 sampai 18 Juli 2009 kemarin, ditunjuk sebagai tuan rumah turnamen internasional kriket yang bertajuk East Asia Pacific (EAP) Under-15 Cricket 8’s Trophy 2009.

Sejauh ini, para olahragawan kriket Tanah Air sudah pernah dikirimkan untuk mengikuti kejuaraan internasional, seperti contohnya di Melbourne, Australia dan Samoa. Satu hal yang cukup membanggakan walaupun tidak sampai menduduki 3 besar, Indonesia adalah negara dengan animo kriketnya masih kalah dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya, namun pada 2 kejuaraan tersebut ternyata berhasil meraih peringkat 5 besar.